Ritno Kurniawan

Padang Pariaman, Sumatera Barat

Transformer Pembalak Liar

Ritno Kurniawan pulang kampung bukan karena sulit mendapatkan pekerjaan. Pria berusia 31 tahun ini justru menciptakan pekerjaan baru. Ia mengubah para pembalak liar menjadi pemandu wisata di Kawasan Ekowisata Nyarai, Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat. Ia kini memimpin 170 pemandu, 80 persennya mantan pembalak liar. Kawasan ekowisata ini juga mulai ramai pengunjung. Sebulan, rata-rata ada 1.500-2.000 wisatawan berkunjung ke sana. Keberhasilan ini bermula dari keprihatinan Ritno saat pulang kampung, usai menamatkan pendidikannya di Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada 2012 lalu. Ia melihat Hutan Gamaran, Padang Pariaman, digunduli. Setiap hari tak kurang 15-20 balok kayu dihanyutkan di sungai. Tapi, semangatnya muncul setelah ia menyaksikan keindahan sejumlah air terjun di Hutan Gamaran, salah satunya Nyarai. Ia ingin membangun kawasan ekowisata. Ritno memulainya dengan membentuk Pokdarwis (kelompok sadar wisata) LA Adventure (Lubuk Alung) pada Agustus 2013. Tak mudah mengawalinya. Ninik mamak mencurigai motif Ritno. Para pemuda dan pembalak takut kehilangan pendapatan. Pada akhirnya Ritno berhasil meyakinkan mereka. Dulunya, para pembalak mendapatkan Rp 150 ribu per minggu, kini sebagai pemandu wisata mereka bisa mendapatkan Rp 50-80 ribu per hari. Hutan aman, lingkungan terjaga, pendapatan dan ekonomi Lubuk Alung pun berkembang.

1+

Penerima Apresiasi Lainnya