ARTIKEL TERBARU

Mendunia Dari Somagede Hingga Tunisia
2018-01-25

SweetJava, mungkin beberapa dari Anda sudah tak asing lagi mendengar nama atau merek sebuah produk gula kemasan ini. Terutama, sejak seorang pria yang saat itu berusia 26 tahun meraih penghargaan SATU Indonesia Awards 2013 dengan jerih payahnya memberdayakan para penderes di Somagede.

Hingga saat ini, produk gula merah kemasan tersebut dapat dinikmati masyarakat luas. Bahkan, menjadi salah satu komoditas ekspor ke luar negeri.

Adalah Rizki Dwi Rahmawan, sosok di balik CV Mekanira Nusantara yang kemudian melahirkan produk gula merah kristal kemasan bernama SweetJava.

Bermula dari kesadarannya akan potensi Desa Kemawi, Kecamatan Somagede, Jawa Tengah, ia memiliki tekad untuk menjadikan para penderes di desanya memiliki pangsa pasar gula kelapa yang lebih luas.

Penderes adalah sebutan untuk masyarakat Somagede yang sehari-hari memanjat pohon nira, menuai, dan kemudian menampungnya sebelum diolah menjadi gula merah kiloan. Gula ini berbentuk padat dan nampak seperti gula aren pada umumnya, sangat tradisional. Namun, Rizki melihat potensi lain di balik bentuk tersebut. Kemudian, ribuan pohon kelapa yang tumbuh di desa ini menjadikannya semangatnya semakin terbakar untuk mengenalkan produk asli desanya kepada dunia.

Lulusan Akademi Telkom Purwokerto ini kemudian merintis CV Mekanira Nusantara dan mendampingi para penderes secara rutin. Tak hanya sekadar berjerih payah bersama para penderes, Rizki juga memberikan pelatihan soft skill yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Upaya peningkatan SDM juga kami lakukan. Kami memberikan beragam pelatihan seperti pelatihan packaging, peningkatan mutu produk, keorganisasian, manajemen, sehingga tidak hanya sekadar berkutat pada pelatihan teknik produksi saja,” tuturnya saat dihubungi pada Rabu (30/8).

Bahkan dengan melakukan pelatihan peningkatan mutu produk, saat ini usaha yang dirintisnya telah memiliki petani binaan yang mahir berproduksi. Ia sempat memaparkan, bahwa beberapa pihak mengira SweetJava adalah hasil produksi pabrik, padahal proses produksinya hingga tahap akhir (packaging) dilakukan oleh para penderes sendiri.

Namun seiring bertambahnya ilmu dan kemampuan, bertambah juga tantangan yang dihadapi.

“Saat ini kami memiliki petani binaan yang sudah mahir berproduksi, sehingga tantangan kami selanjutnya adalah bagaimana mendapatkan buyer baru dari luar negeri. Selain melalui jalur online, pendekatan buyer adalah melalui pameran di luar negeri,” tuturnya.

Rencananya, Rizki bersama tim akan mengikuti pameran di Filipina. Berkembangnya pangsa pasar tersebut juga tak terelakkan dari tantangan yang ada. Ketika akan melakukan pameran ke luar negeri, akomodasi harus disediakan sendiri sedangkan bujet yang dimiliki masih terbatas.

Pada November 2017, SweetJava juga telah terdaftar untuk mengikuti pameran di Tunisia, Afrika. Dalam pameran tersebut ia telah mendapatkan sponsor, salah satunya dari pihak kedutaan.

“Tapi dari kedutaan hanya menyediakan akomodasi selama di sana berupa stand atau booth. Namun tidak menyediakan biaya untuk tiket pulang perginya. Nah, kesempatan-kesempatan seperti itulah yang saya harapkan ada pihak yang mensponsori,” ujarnya.

Berbagai pameran di luar negeri sebenarnya telah diikuti Rizki bersama tim. Hal ini guna mengenalkan manisnya SweetJava ke lidah masyarakat dunia.

Usahanya berbuah manis, beberapa kali ia mengekspor SweetJava ke Australia dan Malaysia, serta mulai menyambangi Denmark dan Pasifik Selatan.

Namun, proses terkadang tak semanis hasil. Tak hanya mengenai pameran ke luar negeri untuk memperluas pasar, ia pun memiliki hambatan lain untuk semakin meningkatkan mutu produknya di kancah internasional.

Tantangan ke depan adalah kebutuhan dukungan untuk sertifikasi organik.

“Dengan sertifikasi organik, nilai jual di luar negeri akan lebih tinggi. Nah sertifikat ini harganya sangat mahal, kami belum bisa meng-cover untuk biaya operasionalnya saat ini,” ujarnya.


Artikel Terkait
Astra Kunjungi Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2012
Menurut Pipit, satu dari 9.000 anggota Perpustakaan Anak Bangsa, dirinya suka membaca buku di Perpus...
Baca Selengkapnya
Partisipasi Grup Astra bersama TNI
BANDUNG : PT Astra International Tbk pada hari ini (2/4) kembali ikut berpartisipasi dalam program T...
Baca Selengkapnya
Pencarian Pemuda-pemudi Penggerak Kemajuan Bangsa, dimulai!
JAKARTA: Pencarian pemuda-pemudi penggerak kemajuan bangsa melalui Semangat Astra Terpadu Untuk (SAT...
Baca Selengkapnya
Emil Salim: Pemuda Merauke Harus Mampu Menciptakan Perubahan
MERAUKE: Pemuda Merauke harus mampu jadi agen perubahan Indonesia yang dimulai dari kampong halamann...
Baca Selengkapnya
IKUTI KAMI
Pastikan Anda selalu terhubung dengan media
sosial kami. #SATUIndonesia