ARTIKEL TERBARU


Triana Rahmawati, penggagas Griya Schizophren, bersama kedua temannya yang juga relawan.
Memanusiakan Penderita Schizophrenia
2018-01-25

Jika pada umumnya kita menghindari orang yang mengalami masalah kejiwaan, hal sebaliknya dilakukan oleh Triana Rahmawati. Gadis kelahiran Palembang, 15 Juli 1992, ini menunjukkan sikap welas asihnya kepada orang dengan masalah kejiwaan (ODMK). Orang-orang dengan masalah kejiwaan ini banyak ditemukan di sekitar kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, tempatnya menimba ilmu di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Jurusan Sosiologi.

Sikap peduli Triana pun membuat teman-temannya ikut sumbang peduli terhadap ODMK. Hingga kemudian, embrio Griya Schizophren dengan filosofi social, humanity friendly pun mulai terbentuk sekitar 2013 bersama dua teman kampusnya, Febrianti Dwi Lestari dan Wulandari. Mereka ingin menggugah kesadaran masyarakat dan keluarga untuk menerima dan memerhatikan penderita ODMK.

Salah satu tempat yang digunakan penggagas Griya Schizophren untuk melakukan aktivitasnya adalah Griya PMI Peduli Solo yang bekerja sama dengan Dinas Sosial Solo untuk merawat ODMK yang terjaring saat razia di jalanan dan ODMK yang keluarganya tidak mampu. Griya PMI Solo saat ini merawat 150 jiwa ODMK yang mereka sebut sebagai warga dengan berbagai tingkat kondisi penyakit kejiwaan.

Kegiatan yang mereka lakukan di Griya PMI adalah pendampingan terhadap ODMK. Triana dan relawan lainnya menemani mengobrol, melakukan aktivitas harian, bernyanyi, menggambar, kegiatan melipat kertas, sholat berjamaah, buka puasa bersama saat Ramadan, bahkan sesekali mereka menjembatani kebutuhan atau komunikasi antara penderita ODMK dan keluarganya. Selama proses pendampingan, para relawan, selain memerhatikan ODMK, juga berusaha mendekati keluarga. Tujuannya supaya mereka mau menerima penderita, bukan malah menyingkir.

Sebagai penggagas, Triana mulai berpikir untuk membentuk yayasan agar dapat mewujudkan cita-cita mendirikan rumah singgah Griya Schizophren. Rumah singgah ini diharapkan menjadi laboratorium riset bagi beberapa disiplin ilmu, baik ilmu sosiologi, psikologi, maupun kedokteran klinis. Dengan menjadi laboratorium riset, diharapkan suatu saat nanti dapat memberikan saran/tinjauan terhadap penanganan ODMK.

Griya Schizophren membentuk Youth Project sebagai kepanjangan tangan penggalangan dana mandiri. Untuk menjalankan aktivitas, terdapat bantuan dana dari hibah, donatur, uang pribadi, dan kegiatan penggalangan. Semua relawan di Griya Schrizophren menyadari bahwa ODMK tidak bisa pulih kembali secara total. Mereka hanya bisa mempertahankan kondisi “normal” dari ODMK tersebut bisa berlangsung lebih lama, sambil memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mereka ikut peduli atau setidaknya membuka hati dan menerima keberadaan ODMK. Artinya, memanusiakan kembali para ODMK ini.

Pada awalnya, yang menjadi kendala adalah menjaga semangat dari para relawan muda. Karenanya, griya ini juga memiliki kegiatan pembinaan bagi relawan, yaitu mengadakan sharing atau bonding bersama tentang cara berkomunikasi dan berinteraksi dengan ODMK.

Kendala lain adalah relawan harus berbagi waktu dengan kegiatan akademiknya. Yang menjadi kendala utama adalah beratnya mengedukasi masyarakat terutama keluarga ODMK untuk bisa menerima kehadiran ODMK di tengah keluarga atau masyarakat. Itu yang menjadi pekerjaan utama dari para relawan mudah Griya Schizophren.


Artikel Terkait
Astra Kunjungi Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2012
Menurut Pipit, satu dari 9.000 anggota Perpustakaan Anak Bangsa, dirinya suka membaca buku di Perpus...
Baca Selengkapnya
Partisipasi Grup Astra bersama TNI
BANDUNG : PT Astra International Tbk pada hari ini (2/4) kembali ikut berpartisipasi dalam program T...
Baca Selengkapnya
Pencarian Pemuda-pemudi Penggerak Kemajuan Bangsa, dimulai!
JAKARTA: Pencarian pemuda-pemudi penggerak kemajuan bangsa melalui Semangat Astra Terpadu Untuk (SAT...
Baca Selengkapnya
Emil Salim: Pemuda Merauke Harus Mampu Menciptakan Perubahan
MERAUKE: Pemuda Merauke harus mampu jadi agen perubahan Indonesia yang dimulai dari kampong halamann...
Baca Selengkapnya
IKUTI KAMI
Pastikan Anda selalu terhubung dengan media
sosial kami. #SATUIndonesia