Menu

ARTIKEL & BERITA

Dicari, Pemuda-pemudi Berkarya untuk Negeri

05 Mar 2014


JAKARTA: Semangat untuk melakukan perubahan menuju Indonesia yang lebih baik sangat terasa dalam bincang inspiratif yang diselenggarakan dalam rangka Kick Off program SATU Indonesia Awards 2014, hari ini Rabu, 5 Maret 2014 di Jakarta.

Astra kembali mencari lima pemuda-pemudi Indonesia yang memiliki semangat sejalan dengan Astra untuk senantiasa berkarya dan memberi manfaat bagi masyarakat luas di bidang: Pendidikan, Lingkungan, Wirausaha, Kesehatan dan Teknologi, sebagai kandidat penerima apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2014 menyusul 20 pemuda-pemudi yang telah terpilih sebelumnya.

Kepala BKKBN Republik Indonesia sekaligus Juri SATU Indonesia Awards 2014, Fasli Jalal, terkesan dengan antusiasme penerima apresiasi SATU Indonesia Awards yang tidak berhenti begitu saja ketika sudah mendapatkan apresiasi. Semangat mereka justru semakin berkobar untuk membawa kemajuan yang lebih besar lagi bagi masyarakat. “Sebenarnya Indonesia memiliki banyak pemuda-pemudi yang masuk dalam kriteria SATU Indonesia Awards, tapi belum semuanya terdengar kiprahnya. Untuk itu mari kita sama-sama mencari mutiara-mutiara terpendam ini. Kelima bidang yang ada dalam SATU Indonesia Awards saya rasa sudah cukup untuk menjadikan sebuah negara lebih maju,” ungkap Fasli Jalal.

Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2010 Amilia Agustin yang dijuluki “Ratu Sampah Sekolah” masih berusia 14 tahun saat menerima apresiasi. Ia mulai melakukan kegiatan pengelolaan sampah saat merasa gelisah melihat tumpukan sampah di lingkungan sekolahnya. Ia pun membentuk komunitas yang mengelola sampah berbasis sekolah lewat program “Go to Zero Waste School”. Baginya, merawat lingkungan bukanlah monopoli orang dewasa. Semua orang bisa asalkan konsisten.

Sementara itu, Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2011 Ratna Indah yang “Melawan Dusta Kusta”mulai menjadi perawat dan pengelola program kusta sejak tahun 2004. Ia mulai mendata ulang penderita kusta di wilayah kerjanya, lalu menghubungi satu persatu para penderita untuk mengetahui status terbaru penyakit mereka. Ratna memberikan perawatan dan memberikan pelatihan agar para penderita bisa berkarya setelah terbebas dari kusta.

Tidak hanya jumlah peserta yang terus bertambah dari tahun ke tahun, semangat juri pun turut bertambah untuk memotivasi pemuda-pemudi Indonesia agar bisa melangkah maju bersama Indonesia.  

Amilia Agustin: “Saya Ingin jadi Presiden!”   
Gadis remaja ini kini telah berusia 18 tahun dan duduk di kelas 3 SMA 11 Bandung. Secara fisik ia terlihat semakin dewasa, namun tak ada yang berubah dari semangatnya, bahkan semakin berkobar. Ia tetap Amilia Agustin, penggagas berbagai kegiatan cinta lingkungan khususnya pengolahan sampah yang melibatkan anak-anak muda di kota kelahirannya, Bandung, Jawa barat.

Setelah mengikuti SATU Indonesia Awards empat tahun lalu, tepatnya tahun 2010 dan mendapatkan apresiasi SATU Indonesia Awards 2010 dalam bidang lingkungan, Ami, begitu panggilan akrabnya, semakin giat mengampanyekan kegiatan pengolahan sampah. “Mengikuti SATU Indonesia Awards adalah pengalaman yang tidak dapat dilupakan.  Di  sana  Ami  bertemu dengan banyak orang hebat. Dari situ Ami yakin bahwa di masa yang akan datang Indonesia masih punya harapan untuk lebih baik,” kenangnya.      

Di tahun 2014 ini Ami bercita-cita untuk memberikan pelatihan pada siswa-siswi di 24 SD di Bandung. Tahun lalu Ami telah membina 12 SD di Bandung. Pelatihan untuk anak-anak usia dini ini ditujukan agar kota Bandung bisa kembali bersih. Ia yakin, dari hal kecil yang diajarkan ini jika dilakukan terus-menerus nantinya akan menjadi budaya. Rencana lain Ami di tahun ini adalah akan mengajak 14 panti asuhan di Bandung untuk bergerak dalam bidang seni musik dalam rangka mengampanyekan cinta lingkungan.

“Soalnya masih banyak yang kampanye cinta lingkungan tapi materi kampanyenya masih menggunakan kertas, akhirnya kan akan jadi sampah juga. Ami akan bikin kampanye hijau, supaya saat kampanye suara kita tersalurkan dan tidak menghasilkan sampah,” jelas Ami.

Di benaknya, Ami masih menyimpan banyak cita-cita. Ia ingin membangun perusahaan pertama di Indonesia yang tidak menghasilkan limbah. Lalu ia ingin membangun sekolah untuk semua anak-anak Indonesia. Kemudian cita-cita tertingginya adalah ingin menjadi presiden. “Banyak orang yang bilang cita-cita jadi presiden itu tidak realistis. Terlalu tinggi, kalau jatuh bisa sakit. Tapi Ami percaya, Ami punya Tuhan yang akan membuat Ami bangkit lagi kalau Ami jatuh. Kalau kita sudah mengerjakan apa yang menjadi porsi kita, biarkan Tuhan mengerjakan bagianNya,” terang pelajar yang berencana akan melanjutkan pendidikan tingginya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini.

Ratna Indah: “Jangan Ada Kusta di antara Kita”           
Kata-kata bijak yang mengatakan bahwa ‘bantulah orang-orang di dekatmu yang sedang mengalami kesusahan’, sepertinya diamalkan dengan sangat baik oleh seorang perawat di Puskesmas Kecamatan Grati, Pasuruan, Jawa Timur. Apa kabar penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2011 ini? Ratna Indah Kurniawati mengaku kegiatannya semakin padat. Selain sebagai perawat, Ratna masih aktif mengelola Kelompok Perawatan Dini (KPD) Kusta yang didirikannya di sembilan desa yang menjadi wilayah kerjanya.

“Setelah menerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2011, saya mendirikan KPD baru di desa Plososari, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur pada Januari 2012,” ujar perempuan kelahiran 23 April 1980 ini. Ratna mengaku banyak mendapatkan bantuan untuk mendirikan KPD ini, baik dari pihak swasta, dinas kesehatan provinsi serta dinas sosial.

Ia pun mulai bercerita soal KPD di Desa Plososari ini. terdapat 20 pasien kusta yang rata-rata sudah berusia 45-60 tahun, yang kebanyakan berjenis kelamin laki-laki. Selain memberi penyuluhan dan mengontrol kesehatan pasien secara rutin, Ratna juga memberdayakan mereka agar bisa memiliki penghasilan sendiri. “Karena para pasien di sini sudah terhitung usia lanjut, maka saya tidak mungkin mengaryakannya dalam bidang kerajinan, soalnya banyak dari mereka yang matanya sudah rabun. Maka saya pun berinisiatif untuk melatih mereka di bidang pertanian dan perikanan,” jelas ibu dua anak ini.

Ratna menjalin kerja sama dengan Dinas Pertanian untuk memperoleh bibit Mangga dan Jeruk Purut, serta Dinas Peternakan untuk mendapatkan ternak Kambing.

Para pasien kusta yang sudah sembuh di KPD terdahulu, terutama orang tua, diajarkannya untuk membuka usaha warung. Karena biasanya para penderita kusta merasa dikucilkan oleh masyarakat sekitar, maka sebelum warung-warung mantan pasiennya dibuka, Ratna membentuk kelompok-kelompok di sembilan desa di wilayah Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur untuk melakukan sosialisasi. Materi sosialisasinya adalah informasi bahwa penderita kusta yang sudah diobati dan sudah dinyatakan sembuh dari kusta, maka tidak akan menular.

Hal positif lain yang disyukurinya dari keikutsertaan di SATU Indonesia Awards 2011 lalu adalah, KPD yang dikelolanya bisa dikenal hingga ke luar negeri dan menjadi proyek percontohan. “Ada tim yang datang dari Thailand untuk melihat dari dekat cara kerja kami. Kalau yang lokal datang dari Papua, Jawa Barat juga Madura,” pungkas ibu dua anak ini.

SATU Indonesia Awards 2014          
Program SATU Indonesia Awards yang telah memasuki tahun kelima ini akan kembali dianugerahkan dalam rangka Hari Sumpah Pemuda yang akan datang. PT Astra International Tbk akan memberikan bantuan dana kegiatan masing-masing senilai Rp 55 juta dan  pembinaan kegiatan bagi para penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2014. Pendaftaran untuk SATU Indonesia Awards 2014 dibuka mulai 5 Maret sampai dengan 5 Agustus 2014. Dengan persyaratan sebagai berikut: 

  • Berusia maksimal 35 tahun,
  • Individu,
  • Kegiatan harus orisinal,
  • Penggiat/kegiatannya telah berlangsung minimal 2 tahun (khusus kategori Teknologi minimal 1 tahun),
  •  Belum pernah menerima penghargaan nasional/internasional,
  • Belum terliput media nasional,
  • Bukan karyawan Grup Astra dan Tempo Media Grup.

Juri SATU Indonesia Awards 2014 adalah Fasli Jalal (Kepala BKKBN Republik Indonesia), Emil Salim (Dosen Ilmu Lingkungan Pasca Sarjana Universitas Indonesia), Tri Mumpuni (Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan), Nila Moeloek (Utusan Khusus Presiden RI untuk MDGs) dan Onno Purbo (Pakar Teknologi Informasi).

Tentu saja bukan hanya calon peserta yang bisa mendaftarkan diri, tapi masyarakat yang mengetahui keberadaan dari para pemuda yang memiliki kriteria di atas juga bisa merekomendasikan dan mendaftarkan lebih dari satu orang peserta.

Informasi selengkapnya dan pendaftaran dapat dilakukan di www.satu-indonesia.com. Berbagai program lain yang bisa diikuti adalah Sebar SATU Indonesia dan voting pemenang favorit. Sementara itu, perkembangan SATU Indonesia bisa dilihat melalui Facebook Fan Page: Semangat Astra Terpadu dan Twitter: SATU_Indonesia.

Tim juri akan melakukan penilaian tentang kegiatan yang dapat membantu dan mengupayakan orang lain untuk bisa menjadi mandiri, dengan memberikan solusi, cara atau alat, bukan sekadar memberikan sumbangan atau donasi yang berdampak sementara.

SATU Indonesia Awards bukan hanya sebagai apresiasi, namun juga sebagai pembangkit semangat generasi muda untuk melangkah maju bersama Indonesia. Tahun lalu jumlah pandaftar naik 48% menjadi 1.606 orang dari tahun 2012 yang sebanyak 1.088 orang. Tahun 2011 pendaftar hanya berjumlah 492 orang, dan di tahun pertama pelaksanannya yaitu tahun 2010 hanya berjumlah 120 orang pendaftar.

SATU Indonesia merupakan langkah nyata dari Grup Astra untuk berperan aktif serta memberikan kontribusi meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia melalui karsa, cipta dan karya terpadu untuk memberikan nilai tambah bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Pada prinsipnya di mana pun instalasi Astra berada, harus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya, sesuai dengan butir pertama filosofi Catur Dharma, yaitu “Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara.”